Arsenal harus menghadapi tantangan kuat dari Manchester United dalam perebutan tanda tangan Ayyoub Bouaddi.
Itu tadi dilaporkan oleh jurnalis tepercaya Fabrice Hawkins akhir tahun lalu bahwa The Gunners siap mengajukan tawaran sekitar €45 juta (£39 juta) untuk remaja tersebut, tetapi klubnya, Lille, tidak bersedia membiarkannya pergi sebelum musim berakhir.
Paris Saint-Germain, Chelsea, Manchester City, Liverpool dan Manchester United disebut-sebut sebagai calon pesaing pada saat itu, namun reporter Prancis lainnya, Abdellah Boulma, kini mengatakan bahwa PSG dan (lebih spesifiknya) United melakukan upaya maksimal untuk membujuk Bouaddi.
Melalui postingan di akun X-nya, Boulma mengatakan bahwa Setan Merah bisa saja “merekrut Sir Alex Ferguson” agar bisa mencapai kesepakatan tersebut.
Apa yang perlu diketahui penggemar tentang Bouaddi?
Gelandang ini baru berusia 18 tahun pada Oktober tahun lalu, namun ia telah menjadi pemain tetap di tim utama Lille sejak awal musim lalu. Dia telah mencatatkan 94 penampilan senior meskipun usianya sudah lanjut.
Banyak yang menganggap Bouaddi sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan di Eropa, sehingga tak heran jika banyak tim yang tertarik untuk mengamankan jasanya.
Dia menandatangani kontrak baru dengan Lille pada bulan Desember, membuatnya tetap bersama tim Ligue One hingga musim panas 2029, tetapi ada perasaan bahwa dia akan dijual dengan harga mahal dalam beberapa bulan mendatang.
Arsenal memprioritaskan posisi lain
Meski penguatan lini tengah menjadi agenda Direktur Olahraga Andrea Berta, namun lini depan dinilai lebih mendesak untuk diperkuat.
Mendatangkan pemain sayap kiri dilaporkan menjadi prioritas tertinggi, sementara klub masih berharap bisa merekrut pemain Atletico Madrid Julian Alvarez juga, meski harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Baca selengkapnya mengenai Skuad Tim Utama Arsenal musim 2025/26 di sini
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
