Manajer Arsenal Mikel Arteta mengatakan dia enggan menentukan jangka waktu kapan Mikel Merino bisa kembali beraksi di tim utama.
Pemain internasional Spanyol itu menjalani operasi pada bulan Februari untuk memperbaiki patah tulang di kakinya, dan dia awalnya harus absen selama beberapa bulan.
Namun, Merino digambarkan tanpa sepatu pelindungnya dalam beberapa pekan terakhir, sehingga memunculkan dugaan bahwa ia bisa melakukan comeback lebih awal. Ditanya apakah pemain berusia 29 tahun itu bisa bermain lagi sebelum musim berakhir, Arteta menjawab:
“Terlalu dini untuk mengatakan hal itu [he will play again this season]. Dia berevolusi dengan sangat baik, dia benar-benar mendorong setiap batasan yang dia bisa, tapi masih terlalu dini untuk menjawab pertanyaan itu.”
Merino punya lebih dari satu alasan untuk menjadi bugar
Selain perburuan gelar Liga Premier dan prospek bermain di final Liga Champions, sang gelandang juga berharap bisa tampil di Piala Dunia.
Merino adalah pemain kunci bagi negaranya, setelah mencetak 6 gol dalam 6 kualifikasi Piala Dunia sebelum cedera. Jika dia dapat membuktikan kebugarannya tepat waktu, dia akan dijamin mendapat tempat dalam penerbangan ke Amerika Utara musim panas ini.
Berita cedera Arsenal terbaru
Arteta telah mengonfirmasi bahwa Kai Havertz akan melakukannya tidak bermain melawan Atletico Madrid pada hari Rabu malam. Pemain internasional Jerman itu terpaksa keluar lapangan saat menang 1-0 atas Newcastle akhir pekan lalu.
Jurrien Timber juga masih berada di meja perawatan karena ia melanjutkan pemulihan dari masalah pangkal paha, tetapi Eberechi Eze dan Riccardo Calafiori fit dan tersedia untuk dipilih.
Eze digantikan pada awal babak kedua melawan Newcastle, namun ia mengungkapkan setelah pertandingan bahwa ia ditarik hanya sebagai tindakan pencegahan. Calafiori, sementara itu, sudah absen sejak leg pertama perempat final Liga Champions melawan Sporting Lisbon.
Baca selengkapnya mengenai Skuad Tim Utama Arsenal musim 2025/26 di sini
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
